Kesalahan Dasar Yang Sering dilakukan oleh Wirausaha UKM

Saturday, January 5th 2013. | Dasar Belajar Bisnis

Aha… Selamat Tahun Baru 2013. Tidak terasa sudah setahun saya tidak nulis di blog UniversitasBisnis.com ini, blog sharing mindset dan belajar wirausaha. Ini sharing saja, bukan bermaksud menggurui. Karena saya bukan Guru Bisnis apalagi Masternya Bisnis. Namun, bukan berarti saya bukan seorang pebisnis atau wirausauha alias entrepreneur. Saya punya usaha, salah duanya Pempek Palembang dan Wisata Tour Travel. Nah, beberapa bulan lalu, ketika saya sedang menemani tamu yang mengambil wisata di palembang, ada hal yang menarik yang bisa diambil hikmahnya soal wirausaha. Mau tau? Ini simple, namun seringkali hal ini dilakukan oleh wirausaha skala mikro ataupun skala kecil. Saya coba sampaikan dengan cerita dan bahasa sederhana saja ya..

Ketika malam hari, sedang berjalan2 keliling kota Palembang, tamu tadi minta diantar ke daerah sayangan (daerah ini merupakan china townnya palembang, tempat nongkrong makan2 di sore dan malam hari dulunya). Kita pun membawa dan menemani tamu ini ke sayangan. Ia ternyata dititipi oleh mamanya untuk membeli lumpia sayangan. Mamanya dulu beberapa tahun silam ketika tinggal di Sumatera Selatan sering beli lumpia ini. Nah, ketika sampai di sayangan, kami mengalami kebingungan. Kenapa? Karena yang jual lumpia itu ada beberapa. Dan mereka semua tidak pake merek. Tamu pun bingung. Ia menelpon mamanya. Mamanya bilang jualannya di sayangan. Setelah tanya2 ke orang2, dan tanya2 lebih detail ke mamanya, akhirnya tamu kami tadi memutuskan membeli lumpia di salah seorang penjual, yang hampir2 mendekati ciri2 yang dikasih tau mamanya. Nah, apa pelajaran wirausaha dari hal ini?

Seringkali orang menjual produk, namun lupa atau tidak memakai merek. Seperti di cerita ini. Usaha lumpia yang sudah terkenal enak dan berjalan belasan tahun, tidak memasang merek, sehingga ketika ada orang lain mau mencarinya, akan mengalami kesulitan karena tidak adanya identitas atau ciri khas dari usaha ini. Ada teman paman saya, yang jatuh dari usaha angkotnya, dan memulai usaha jualan sarapan pagi. Usahanya mulai rame, namun, ia lupa untuk membuat nama usahanya. Ya, ibarat orang yang punya nama, usaha pun harus punya nama. Bahkan bukan sekedar punya nama. Kalau orang punya akta lahir, nama usaha haruslah juga punya “akta”nya. Nah, ini sharing saya saja. Kalau bahasa kerennya, haruslah membrandingkan usaha.

Kata Pencarian (Keywords) lain yang dipakai dalam menemukan artikel ini:

Wirausaha lumpia,memulai bisnis lumpia,peluang bisnis angkot di palembang,kesalahan dasar yang sering dilakukan wirausaha,cerpen tentang wirausaha penjual lumpia,bisnis lumpia,peluang usaha jualan lumpia,pengusaha lumpia,Peluang usaha angkot,penjual lumpia sukses,prospek bisnis angkot palembang,rahasia sukses bisnis angkot,rahasia sukses penjual sarapan pagi,Rahasia usaha lumpia,sukses jualan lumpia keliling,sukses usaha lumpia,tips usaha lumpia,tips2 memulai usaha angkot