Berwirausaha dengan Jempol

Saturday, May 5th 2012. | Belajar Bisnis Online

Pemirsa punya jempol? Selamat, itu artinya Pemirsa bisa berwirausaha. Ya, ini serius, bukan guyonan loch. Ada banyak orang saat ini memulai dan menjadi wirausaha dengan bermodalkan jempol. Bermodal uang yang tidak besar, namun dengan semangat tinggi dan menggunakan jempol, beberapa orang menjadi wirausaha ukm. Tidak sedikit yang mencetak omzet puluhan juta hingga miliaran dari jempolnya. Kalau saya nyebutnya, hidup di ujung jari. Bukan di ujung tanduk loch ya. Nah, paham kan yang saya maksudkan? Sekarang ini, beberapa orang memulai usaha dari intkaernet, menggunakan fasilitas sms dan Blackberry atau Handphone yang bisa terkoneksi internet. Yokkk.. kita bahas.

Ya, berwirausaha di bisnis online. Oopsss.. Bisnis ONline? Mungkin beberapa pemirsa sudah pernah ikut bisnis online. Namun, yang saya ingin sharingkan di sini, bukan tentang ikut berbisnis online, namun memulai wirausaha online. Untuk lebih jelasnya, saya ambil contohnya diri saya sendiri. Loch… kok contohnya diri sendiri? Narsisss banget dech saya ini. Gak kok.. Bukan maksud saya narsis, walau kadang memang saya sedikit narsis, haha.. Beberapa orang yang mampir ke blog ini ada yang berkomentar saya banyak bicara, ngomdo (Ngomong doank), teori, cuma ilmu saja no bukti. Ya, gak nyalahin sich.. Tapi saya gak pernah berpikir seperti itu kalo saya membaca buku, website orang lain, ataupun ikut seminar berbayar apalagi. Wong, saya gak akan dapat manfaat bila berpikir begitu. Saya buktikan saja apa yang mereka sharingkan. Saya praktekkan dan buktikan apakah itu bisa jalan atau tidak. Dan syukurlah, itu membawa hasil nyata. Nah, salah satu usaha saya yang saya mulai dengan online, adalah usaha Pempek Online.

Di tahun 2008, saya yang hobby online, di sela kegiatan membangun bisnis jaringan, saya belajar membuat website. Sebelum tahun 2008, saya sudah belajar membuat website, namun tetap tidak bisa juga. Namun, seiring waktu, tehnologi makin mempermudah. Membuat website makin mudah dan makin canggih tampilannya. Akhirnya jadilah website PempekLenjer.com, yang isinya informasi seputar Visit Musi 2008, waktu itu pemda Palembang sedang menggalakkan Visit Musi 2008. Di website itu, saya berjualan pempek palembang secara online. Saya tidak bikin sendiri pempeknya waktu itu, namun hanya mengambil pempek orang lain untuk saya jual lagi secara online. INi masih hobby saja. Nah, di tahun 2010, omzet meningkat 300% dan itu membuat saya tertarik menekuni bisnis kuliner empek empek ini. Saya mengajak kerjasama toko pempek tempat saya mengambil pempeknya untuk saya kembangkan lebih besar dan lebih banyak. Namun, si empunya toko belum bisa memutuskan. Saya menawarkan diri (menjual diri) pada beberapa pemilik usaha pempek lainnya untuk saya marketingkan secara online. Namun, tidak juga ada jawaban pasti, mau atau tidak. Duchhh… galau dan bimbang hati ini tanpa keputusan. haha… Saya bahkan menunggu hingga hampir 1 jam dibiarkan sendiri di toko pempek xxxxx (tidak usaha saya sebutkan dech.. ), tanpa keputusan, boro2 ada keputusan, orangnya aja gak nongol2, padahal saya diminta menunggu (ya saya menunggu donk karena diminta menunggu).

Ya, kalau mau dibilang kesel, ya kesel. Mau dibilang kecewa, ya sudah resiko. Orang melamar, ya resiko ditolak. Namun, saya pernah diajarin oleh orang sukses, kalau makin ditolak, makin dekat saya dengan kesuksesan. Yessss!!! Ini saya pegang terus. Saya percaya sama perkataan orang2 sukses, dan saya tidak percaya apa yang dikatakan oleh orang2 gagal yang ingin mengajak saya gagal juga. Makin ditolak, makin dekat dengan kesuksesan. Terus ada lagi kata2 bijak yang saya pegang, Kita tidak bisa mengubah apa yang terjadi di luar kita, namun kita bisa mengubah cara pandang kita terhadap kejadian itu. Saya memandang kalo penolakan ini, sebetulnya memberikan kesempatan kepada saya buat lebih mandiri, yaitu dengan membuat usaha pempek sendiri. Pempeknya diproduksi sendiri. Ahaaaa!! Terima kasih Tuhan. Engkau telah memberikan jalan bagiku. Akhirnya saya pulang, saya tinggalkan toko pempek yang telah membuat saya menunggu hingga 1 jam tanpa kabar apa2, tanpa minum, apalagi makan pempeknya, hehe.. Saya memutuskan harus memulai sendiri usaha pempeknya. Dan sekarang di tahun 2012, sudah ada Pempek Lince, yang saya mulai di tahun 2010. Pempek Lince merupakan toko pempek online beralamat di PempekLince.com yang juga ada outlet fisiknya di kota Palembang. Sejak agustus 2010 didirikan, telah 5x masuk Media : Tabloid Business Opportunity edisi Januari 2012 sebagai Top Brand Lokal. Tabloid Kontan edisi Juni 2011 dengan artikel “Toko Boleh Maya Penghasilan Tetap Nyata”. Di majalah Dahsyat, di tabloid Bisnis Sriwijaya, dan bulan Maret 2012 tadi masuk Top 50 UKM Go Online Indonesia di majalah The Marketeer. Ya, UKM yang dimulai dengan jempol. Jangan remehkan UKM, karena UKM itu Usaha Kecil Miliaran.

Kata Pencarian (Keywords) lain yang dipakai dalam menemukan artikel ini:

orang pegang empek,bisnis modal jempol,universitasbisnis com,modal usaha pempek,contoh kisah orang sukses wirausaha pempek,sejarah orang sukses berwirausaha,usaha toko pempek,modal usaha toko pempek dan model,modal toko empek empek,modal dan keuntungan empek empek,modal dan keuntungan berjualan pempek,membuka usaha toko pempek,makalah usaha pempek,makalah umkm empek empek,makalah sejarah majalah dahsyat,modalsedikitusahapempek,omzet berjualan empek-empek,tips sukses toko pempek