Belajar dari Miliarder Terkaya No.3 Di Dunia

Friday, October 14th 2011. | Buka Pikiran dan Sikap Wirausaha

Ngomong soal berwirausaha atau memulai bisnis, salah satu penyebab kenapa banyak orang belum juga memulai bisnis adalah karena takut gagal. Takut gagal dengan kata lain takut resiko. Ya ini wajar, normal. Banyak orang takut akan resiko. Nah, ngomong2 soal resiko, di web UniversitasBisnis.com, tempat belajar wirausaha sukses ini, di artikel ini kita akan belajar tentang resiko dari miliarder terkaya no.3 di dunia dan juga dari salah seorang investor dunia. Saya belajar prinsip resiko dari membaca buku2 kedua orang ini dan hari ini akan mensharingkannya pada para pemirsa.

Miliarder atau orang terkaya no.3 di dunia ini sama seperti kebanyakan orang juga. Ia pun takut akan resiko. Bedanya dengan kebanyakan orang, ia mempunyai batas-batas atau standar yang mana punya resiko dan yang mana beresiko. Ya, Warren Buffet membedakan arti punya resiko dan beresiko. Segala sesuatu punya resiko. Apapun bisnis dan investasinya pasti punya resiko. Bekerja juga punya resiko. Semua bidang punya resiko. Bekerja punya resiko, ya bisa dipecat oleh perusahaan tempat bekerja. Bisa juga perusahaan tempat bekerja bangkrut. Jadi PNS juga punya resiko. Dimutasi ke tempat yang mungkin tidak disukai, atau bahkan dipensiunkan dini seperti waktu pembubaran salah satu departemen semasa pemerintahan presiden Gus Dur. Tapi ketika orang melamar kerja, orang tidak berpikir banyak, seperti gimana kalau ditolak, gimana nanti kalau perusahaan tempat kerja bangkrut. Ini juga resiko. Nah, segala sesuatu punya resiko tapi belum tentu beresiko. Warren Buffet berinvestasi hanya ketika ia nilai itu tidak beresiko (walau ia tau investasi itu punya resiko).  Ia punya standar mana perusahaan yang bagus untuk investasinya dan mana perusahaan yang beresiko untuk menginvestasikan uangnya. Bila perusahaan itu tidak memenuhi standar investasinya, ia pun tidak berinvestasi. Ya, jadi Warren Buffet ini mengunci resiko, agar tidak beresiko. Nah, berbisnis pun punya resiko, namun bisa mengunci resiko ketika memulainya.

Lain Warren Buffet lain George Soros. Ya, George Soros merupakan salah satu raja investasi di bidang valas. Berbeda dengan Buffet yang berinvestasi di bidang saham perusahaan, Soros yang pernah dituding menjadi biang rontoknya beberapa mata uang negara berkembang (Rupiah Indonesia salah satunya) punya strategi tersendiri untuk berinvestasi. Ia mengelola resiko. Ketika resiko terjadi, ia pandai mengelola resiko. Tentunya keahlian mengelola resiko ini didapat dari pengalaman praktek langsung. Beruntungnya saya dapat belajar banyak dari kedua investor hebat dunia ini dari buku-buku tentang kedua master ini. Ya, membaca ada banyak manfaatnya. Kalau belajar langsung, face to face dengan kedua miliarder ini akan sulit. Kalau tidak belajar, mencoba-coba sendiri akan membutuhkan waktu yang banyak, pengorbanan yang banyak. Jadi bermanfaat sekali membaca buku, ikut seminar, pelatihan usaha, walau itu membutuhkan uang, namun bisa menghemat waktu dan tenaga serta pikiran. Jadi sering2 mampir di blog UniversitasBisnis.com ini juga banyak manfaat, juga jadi member premium dengan bisa belajar dari berbagai ebook, audio serta video.

Kata Pencarian (Keywords) lain yang dipakai dalam menemukan artikel ini:

mengunci resiko,cara mengunci resiko,prinsip george soros,pola pikir seorang miliarder,belajar dari george soros,ebook miliarder,mengunci resiko bisnis,wirausahawan sukses di dunia yang tidak takut resiko,pola pikir warren buffet,cara mengunci resiko bisnis,cara soros berbisnis,orang terkaya ke 3 dunia,fikiran dan sikap miliarder,teknik mengunci resiko,tempat belajar wirausaha,perusahaan beresiko yang sukses,perusahaan milik orang terkaya no 3 di du nia,bagaimana cara george soros